IKN

PSK Serbu Wilayah IKN: Tamu Dermawan dan Tarif Tinggi

439
×

PSK Serbu Wilayah IKN: Tamu Dermawan dan Tarif Tinggi

Sebarkan artikel ini
Bangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim.

Media Makassar– Maraknya prostitusi online di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, kini menjadi sorotan aparat dan masyarakat. Para pekerja seks komersial (PSK) dari berbagai daerah seperti Jawa, Makassar, dan Balikpapan dilaporkan mulai menjadikan kawasan sekitar IKN sebagai lahan baru yang menjanjikan.

Praktik ini terdeteksi oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Penajam Paser Utara, yang selama tiga bulan terakhir memantau aktivitas mencurigakan di sejumlah penginapan dan hotel.

“Kami datang karena tamunya banyak, dan nggak pelit. Mereka jarang menawar,” ujar seorang PSK berinisial Dena (25), yang mengaku baru dua bulan ‘bekerja’ di Penajam, saat ditemui tim Satpol PP, Minggu 25 Mei 2025, dikutip Inilahcom.

Layanan Via Aplikasi, Tarif Capai Rp600 Ribu

Para PSK ini menawarkan layanan secara daring melalui media sosial dan aplikasi pesan singkat, lengkap dengan foto, tarif, dan sistem pemesanan online. Tarif yang ditawarkan berkisar antara Rp400 ribu hingga Rp600 ribu, tergantung durasi dan kesepakatan dengan pelanggan.

Sebagian dari mereka bekerja mandiri, namun tak sedikit pula yang menggunakan perantara atau koordinator. “Kami tinggal di tempat yang disiapkan, pelanggan juga dicariin. Enak, jadi nggak perlu ribet,” ungkap Rena (27), PSK lain yang mengaku mendapat bayaran lebih stabil lewat perantara.

Kepala Satpol PP Bagenda Ali menyebutkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat dan aparatur desa mengenai meningkatnya aktivitas mencurigakan di wilayah sekitar IKN.

“Kami pantau sejak tiga bulan terakhir. Laporan masyarakat cukup serius, terutama soal penginapan yang sering disewa jangka pendek,” ujarnya.

Sementara itu, Polda Kalimantan Timur juga telah mengendus pergerakan ini dan mulai melakukan penyelidikan lebih lanjut, meski belum menerima laporan resmi dari warga.

“Ini bisa jadi embrio masalah sosial yang lebih besar. Praktik semacam ini harus ditertibkan sebelum menjadi permanen,” kata Bagenda.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *